KBLI 2025

KBLI 46633

PERDAGANGAN BESAR SUKU CADANG SEPEDA MOTOR DAN AKSESORINYA

Kelompok ini mencakup:
  • perdagangan besar suku cadang sepeda motor dan aksesorinya

Nomenklatur KBLI 46633

Nomenklatur menjelaskan posisi kode 46633 dalam hierarki KBLI 2025 agar pemilihan izin tepat dan konsisten


PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN

Kategori ini meliputi kegiatan perdagangan besar dan eceran (yaitu penjualan tanpa perubahan teknis) dari berbagai jenis barang berwujud, serta pemberian layanan yang terkait dengan penjualan barang dagangan. Barang adalah objek fisik yang diproduksi, dibutuhkan pasar, dimana hak kepemilikan dapat ditetapkan, dan kepemilikannya dapat berpindah tangan ke unit lain melalui transaksi pada pasar. Perdagangan besar dan eceran merupakan tahap akhir dalam pendistribusian barang dagangan. Dalam rangka tujuan penjualan, kegiatan penunjang dapat dilakukan dengan mencakup sejumlah proses umum yang terkait dengan perdagangan tanpa disertai perubahan barang. Proses ini seperti penyortiran, pengelompokkan berdasar kualitas, perakitan barang, pencampuran, pembotolan, pengemasan, pemecahan dari ukuran besar dan pengemasan ulang untuk distribusi dalam jumlah lebih kecil, penyimpanan, baik dengan pendingin maupun tidak, pembersihan dan pengeringan hasil pertanian, pemotongan lembaran kayu atau logam. Jika tidak dilakukan sebagai proses umum pada perdagangan, kegiatan tersebut dapat dilakukan sebagai kegiatan utama, sekunder, atau penunjang pada kategori KBLI lainnya. Perdagangan besar adalah penjualan kembali baik barang baru maupun barang bekas kepada pengecer, bisnis-ke-bisnis, seperti industri, komersial, institusi atau pengguna profesional, atau penjualan kembali kepada pedagang besar lainnya, atau yang bertindak sebagai agen atau broker dalam pembelian atau penjualan barang dagangan, baik perorangan maupun perusahaan. Bentuk utama kegiatan ini mencakup pedagang atau saudagar perdagangan besar yang memiliki hak atas barang yang mereka jua, seperti pedagang grosir, jobber, distributor, eksportir, importir, kelompok pembelian bersama, kantor penjualan dan kantor cabang penjualan (tetapi bukan toko pengecer) yang dikelola oleh unit-unit perusahaan industri maupun pertambangan, terpisah dari lokasi industri atau penambangan dengan tujuan untuk memasarkan produk, selama mereka tidak hanya menerima pesanan untuk pengiriman langsung dari pabrik atau tambang. Termasuk juga jasa intermediasi, seperti kegiatan broker barang dagangan dan komoditas, pedagang komisi dan agen serta pedagang pengumpul, pembeli dan asosiasi yang utamanya memasarkan hasil pertanian. Jika pedagang besar tidak memiliki hak atas barang yang diperdagangkannya, mereka harus diklasifikasikan dalam golongan 461. Jika pedagang besar memiliki hak atas barang, bahkan jika bertindak atas nama pihak ketiga, mereka harus diklasifikasikan dalam golongan 462-469. Pedagang besar seringkali secara fisik mengumpulkan, menyortir dan mengelompokkan berdasar kualitas barang dalam jumlah besar, membongkar dari ukuran besar,mengemas ulang menjadi ukuran yang lebih kecil, misalnya produk farmasi; menyimpan, mendinginkan, mengantarkan dan memasang barang, melakukan promosi penjualan untuk pelanggannya dan merancang label. Perdagangan eceran adalah penjualan kembali, baik barang baru maupun bekas, kepada masyarakat umum untuk konsumsi atau penggunaan pribadi maupun rumah tangga, melalui toko, toko serba ada, kios, perusahaan pemesanan via pos, penjual dari pintu ke pintu, pedagang keliling, koperasi konsumsen, rumah pelelangan, dan lainlain. Perdagangan eceran juga mencakup penjualan barang melalui showroom (tempat barang yang dipajang dapat dibeli), titik penjualan sementara (misalnya pop-up store), serta toko ritel otomatis. Pada umumnya pedagang pengecer memperoleh hak atas barangbarang yang dijualnya, tetapi beberapa pedagang pengecer bertindak sebagai agen, dan menjual atas dasar konsinyasi atau komisi. Perdagangan eceran melalui pemesanan via pos atau internet diklasifikasikan berdasarkan jenis barang yang dijual. Perbedaan antara perdagangan besar dan perdagangan eceran tidak didasarkan pada jumlah barang yang dijual, karena perdagangan besar dapat dilakukan secara satuan, sebagaimana perdagangan eceran dapat dilakukan dalam jumlah besar. Namun, perbedaan utama antara perdagangan besar dan perdagangan eceran adalah jenis pelanggan. Perdagangan besar biasanya melayani entitas usaha sebagai pelanggan, sedangkan perdagangan eceran biasanya melayani konsumen individu atau rumah tangga. Jika seorang pedagang menjual kepada entitas usaha dan rumah tangga, dan secara praktis tidak memungkinkan untuk menentukan jenis pelanggan yang dominan, maka disarankan untuk mengklasifikasikan pedagan tersebut sebagai pengecer. Kategori ini juga mencakup: - perdagangan transit, yaitu kegiatan membeli komoditas, memindahkannya dari satu wilayah pabean ke wilayah pabean lain atau dari satu titik ke titik lain dalam wilayan pabean yang sama, lalu menjualnya; perdagangan transit mengacu pada transaksi segitiga dimana pedagang transit melakukan ekspor dan impor antara dua atau lebih negara yang berbeda, tanpa melibatkan wilayah ekonominya sendiri; pedagang transit memiliki hak atas komoditas selama pengangkutan, berbeda dengan intermediator yang hanya mengatur transaksi tanpa memiliki hak atas komoditas - jasa intermediasi khusus dan tidak khusus untuk perdagangan eceran - perdagangan makanan dan/atau minuman melalui mesin penjual otomatis atau titik penjualan otomatis. Kategori ini tidak mencakup: - perdagangan listrik, - perdagangan bahan bakar gas untuk pasokan energi melalui jaringan, - distribusi produk digital, termasuk layanan pengunduhan dan pengaliran media seperti buku elektronik (bukel), audio, dll, lihat kategori J - kegiatan pengecer kartu telepon prabayar dan layanan telekomunikasi, - reparasi mobil dan sepeda motor, lihat golongan pokok 95.

PERDAGANGAN BESAR

Golongan pokok ini mencakup perdagangan besar barang fisik atas nama sendiri atau atas dasar balas jasa atau kontrak (perdagangan komisi) yang terkait dengan perdagangan besar domestik dan internasional (impor/ekspor), termasuk perdagangan besar secara daring. Perdagangan besar atas nama sendiri berarti memiliki hak atas barang yang diperdagangkan hingga hak tersebut dialihkan kepada pembeli barang. Dalam perdagangan transit, barang dipesan oleh pembeli, tetapi agen memiliki hak atas barang selama dalam perjalanan. Namun, keduanya diklasifikasikan dengan cara yang sama (golongan 462-469). Golongan pokok ini mencakup perdagangan besar atas dasar balas jasa atau kontrak (golongan 461), perdagangan besar khusus (golongan 462-467), dan perdagangan besar tidak khusus (golongan 469); subgolongan 4630 merupakan pengecualian karena tidak mencakup perdagangan besar tidak khusus untuk makanan, minuman, dan tembakau. Golongan pokok ini juga mencakup - perdagangan besar mobil dan sepeda motor, serta suku cadang, perlengkapan, dan aksesori terkait; - perdagangan transit. Golongan pokok ini tidak mencakup - perdagangan listrik, ; - perdagangan bahan bakar gas untuk pasokan energi melalui jaringan, ; - penyewaan dan sewa guna usaha barang, lihat golongan pokok 77; - jasa pengemasan barang padat dan pembotolan barang cair atau gas, termasuk pencampuran dan penyaringan untuk pihak ketiga, .

PERDAGANGAN BESAR MOBIL, SEPEDA MOTOR, SUKU CADANG DAN AKSESORI TERKAIT

Golongan ini mencakup perdagangan besar kendaraan mobil, sepeda motor, baik baru maupun bekas; suku cadang dan aksesori terkait. Golongan ini tidak mencakup - perdagangan besar yang tidak memiliki dan/atau menguasai barang yang diperdagangkan, ; - reparasi dan perawatan mobil, sepeda motor, .

PERDAGANGAN BESAR SEPEDA MOTOR BESERTA SUKU CADANG DAN AKSESORI

Subgolongan ini mencakup - perdagangan besar sepeda motor, baik baru maupun bekas, termasuk moped; - perdagangan besar suku cadang dan aksesori untuk sepeda motor. Subgolongan ini tidak mencakup - kegiatan agen komisi dalam perdagangan sepeda motor, ; - perdagangan besar sepeda, sepeda listrik, beserta suku cadang dan aksesori terkait, ; - penyewaan sepeda motor, ; - reparasi dan perawatan sepeda motor, .

PERDAGANGAN BESAR SUKU CADANG SEPEDA MOTOR DAN AKSESORINYA

Kelompok ini mencakup perdagangan besar suku cadang sepeda motor dan aksesorinya.

Contoh Kegiatan KBLI 46633

Ditulis AI: Layanan profesional/ilmiah/teknis untuk klien komersial, bersifat kontrak jangka pendek, yang belum memiliki kode spesifik lain di KBLI 2025.

prompt, "berikan 10 bisnis dan deskripsi bisnisnya, buat format seperti

Broker Bisnis (bukan real estat)

  • Broker bisnis skala menengah untuk pengadaan bahan baku pabrik; negosiasi harga dan evaluasi pemasok.
  • Perantara penjualan unit usaha kecil (tanpa aset properti); menyiapkan teaser dan shortlist calon pembeli.

Penyediaan Suku Cadang Motor

  • Mengimpor suku cadang sepeda motor dari produsen terkemuka untuk dijual kepada dealer dan bengkel.
  • Menyediakan suku cadang motor berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Distribusi Aksesoris Motor

  • Mendistribusikan aksesoris sepeda motor seperti helm, jok, dan pelindung kepada toko-toko otomotif di seluruh wilayah.
  • Mengelola logistik dan pengiriman aksesoris motor untuk memastikan ketersediaan produk di pasar.

Pemasaran Suku Cadang Motor

  • Mengembangkan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan suku cadang sepeda motor di berbagai saluran distribusi.
  • Melakukan kampanye promosi untuk menarik perhatian konsumen terhadap produk suku cadang yang ditawarkan.

Pengadaan Suku Cadang Khusus

  • Mengidentifikasi dan mengadakan suku cadang khusus untuk sepeda motor modifikasi sesuai permintaan pelanggan.
  • Bekerja sama dengan produsen untuk menyediakan suku cadang yang sulit ditemukan di pasar umum.

Penyimpanan dan Manajemen Inventaris

  • Mengelola gudang penyimpanan suku cadang dan aksesoris sepeda motor untuk memastikan ketersediaan produk.
  • Melakukan pengawasan dan pengelolaan inventaris untuk mengoptimalkan ruang dan efisiensi operasional.

Pelayanan Purna Jual Suku Cadang

  • Memberikan layanan purna jual untuk suku cadang sepeda motor, termasuk garansi dan pengembalian produk.
  • Menangani keluhan pelanggan terkait suku cadang dan memberikan solusi yang memuaskan.

Konsultasi Pemilihan Suku Cadang

  • Memberikan konsultasi kepada pelanggan tentang pemilihan suku cadang yang tepat untuk sepeda motor mereka.
  • Menyediakan informasi teknis dan rekomendasi produk berdasarkan kebutuhan spesifik pelanggan.

Penyediaan Alat Perbaikan Motor

  • Menjual alat perbaikan dan perawatan sepeda motor kepada bengkel dan mekanik independen.
  • Menyediakan paket alat perbaikan lengkap untuk memudahkan proses servis sepeda motor.

Pengembangan Produk Aksesoris Motor

  • Mengembangkan dan merancang aksesoris sepeda motor baru berdasarkan tren dan kebutuhan pasar.
  • Bekerja sama dengan desainer untuk menciptakan produk aksesoris yang inovatif dan fungsional.

Penyuluhan dan Edukasi Pelanggan

  • Mengadakan seminar dan workshop untuk edukasi pelanggan tentang penggunaan dan perawatan suku cadang sepeda motor.
  • Memberikan informasi tentang teknologi terbaru dalam suku cadang dan aksesoris sepeda motor.

Bisnis kamu tidak sesuai dengan KBLI ?? Gunakan kode lain!!

prompt, "berikan 5 kode KBLI lain yang biasa digunakan alternatif dari KBLI , buat format [kegiatan bisnis] → kodenya 5 digit

  • Agen komisi/broker komoditas/grosir → 4610
  • Perantara perdagangan eceran → 4790
  • Broker real estat → 6821
  • Pembukuan/akuntansi → 6920
  • Broker real estat → 6821
banner oss rba indonesia

Panduan OSS KBLI

Langkah praktis mengurus NIB dan perizinan berusaha di OSS RBA untuk KBLI

Alur Singkat

  1. Masuk OSS RBA → pastikan data pelaku usaha (PT/CV/Perseorangan) lengkap.
  2. Tambah Kegiatan Usaha → pilih KBLI .
  3. Isi Uraian Kegiatan (maks ±250 karakter) dengan pola kata kerja + objek + konteks.
  4. Lengkapi Data Lokasi (alamat usaha) dan, bila diminta, pernyataan kesesuaian ruang/PKKPR.
  5. Unggah Dokumen Umum (lihat daftar di bawah).
  6. Submit → terbit NIB dan/atau Perizinan Berusaha sesuai tingkat risiko.
  7. Jika menu KBLI 2025 belum tersedia, simpan NIB dengan uraian presisi, lalu perbarui saat sinkronisasi aktif.

FAQ KBLI 46633

Ditulis AI: Layanan profesional/ilmiah/teknis untuk klien komersial, bersifat kontrak jangka pendek, yang belum memiliki kode spesifik lain di KBLI 2025.

buat 10 FAQ dimana salah satu pertanyaan adalah bagaimana apabila usaha saya tidak termasuk KBLI 46633

KBLI 46633 adalah kode klasifikasi untuk perdagangan besar suku cadang sepeda motor dan aksesorinya. Ini mencakup kegiatan perdagangan yang berhubungan dengan suku cadang dan aksesori sepeda motor.
KBLI 46633 digunakan ketika suatu usaha berfokus pada perdagangan besar suku cadang dan aksesori sepeda motor, baik secara langsung maupun melalui distributor.
KBLI 46633 tidak boleh digunakan jika usaha Anda tidak berfokus pada suku cadang sepeda motor dan aksesori, seperti perdagangan barang lain yang tidak terkait, misalnya suku cadang kendaraan lain atau barang elektronik.
Contoh kegiatan yang termasuk dalam KBLI 46633 adalah perdagangan besar suku cadang seperti rem, ban, dan aksesori seperti helm, jok, dan lampu sepeda motor.
Risiko salah memilih KBLI termasuk kemungkinan penolakan izin usaha, denda, atau bahkan pencabutan izin jika kegiatan usaha tidak sesuai dengan KBLI yang terdaftar.
Tingkat risiko OSS untuk KBLI 46633 tergolong rendah jika semua dokumen dan persyaratan perizinan dipenuhi dengan benar. Namun, risiko dapat meningkat jika ada ketidakpatuhan terhadap regulasi.
Dokumen perizinan yang diperlukan antara lain: NIB (Nomor Induk Berusaha), dokumen identitas pemilik usaha, dan dokumen terkait lokasi usaha seperti surat izin tempat usaha.
Jika usaha Anda tidak cocok dengan KBLI 46633, Anda harus mencari KBLI yang lebih sesuai dengan kegiatan usaha Anda. Menggunakan KBLI yang tidak tepat dapat mengakibatkan masalah hukum dan perizinan.
Ya, hanya suku cadang dan aksesori yang berkaitan langsung dengan sepeda motor yang dapat diperdagangkan di bawah KBLI 46633. Suku cadang untuk kendaraan lain tidak termasuk.
Ya, jika ada perubahan dalam kegiatan usaha yang mempengaruhi KBLI, Anda perlu memperbarui izin usaha dan mendaftarkan KBLI yang baru agar sesuai dengan kegiatan yang dilakukan.