KBLI 2025

KBLI 46321

PERDAGANGAN BESAR DAGING SAPI DAN DAGING SAPI OLAHAN

Kelompok ini mencakup:
  • perdagangan besar daging sapi dan daging sapi olahan, termasuk daging sapi yang diawetkan

Nomenklatur KBLI 46321

Nomenklatur menjelaskan posisi kode 46321 dalam hierarki KBLI 2025 agar pemilihan izin tepat dan konsisten


PERDAGANGAN BESAR DAN ECERAN

Kategori ini meliputi kegiatan perdagangan besar dan eceran (yaitu penjualan tanpa perubahan teknis) dari berbagai jenis barang berwujud, serta pemberian layanan yang terkait dengan penjualan barang dagangan. Barang adalah objek fisik yang diproduksi, dibutuhkan pasar, dimana hak kepemilikan dapat ditetapkan, dan kepemilikannya dapat berpindah tangan ke unit lain melalui transaksi pada pasar. Perdagangan besar dan eceran merupakan tahap akhir dalam pendistribusian barang dagangan. Dalam rangka tujuan penjualan, kegiatan penunjang dapat dilakukan dengan mencakup sejumlah proses umum yang terkait dengan perdagangan tanpa disertai perubahan barang. Proses ini seperti penyortiran, pengelompokkan berdasar kualitas, perakitan barang, pencampuran, pembotolan, pengemasan, pemecahan dari ukuran besar dan pengemasan ulang untuk distribusi dalam jumlah lebih kecil, penyimpanan, baik dengan pendingin maupun tidak, pembersihan dan pengeringan hasil pertanian, pemotongan lembaran kayu atau logam. Jika tidak dilakukan sebagai proses umum pada perdagangan, kegiatan tersebut dapat dilakukan sebagai kegiatan utama, sekunder, atau penunjang pada kategori KBLI lainnya. Perdagangan besar adalah penjualan kembali baik barang baru maupun barang bekas kepada pengecer, bisnis-ke-bisnis, seperti industri, komersial, institusi atau pengguna profesional, atau penjualan kembali kepada pedagang besar lainnya, atau yang bertindak sebagai agen atau broker dalam pembelian atau penjualan barang dagangan, baik perorangan maupun perusahaan. Bentuk utama kegiatan ini mencakup pedagang atau saudagar perdagangan besar yang memiliki hak atas barang yang mereka jua, seperti pedagang grosir, jobber, distributor, eksportir, importir, kelompok pembelian bersama, kantor penjualan dan kantor cabang penjualan (tetapi bukan toko pengecer) yang dikelola oleh unit-unit perusahaan industri maupun pertambangan, terpisah dari lokasi industri atau penambangan dengan tujuan untuk memasarkan produk, selama mereka tidak hanya menerima pesanan untuk pengiriman langsung dari pabrik atau tambang. Termasuk juga jasa intermediasi, seperti kegiatan broker barang dagangan dan komoditas, pedagang komisi dan agen serta pedagang pengumpul, pembeli dan asosiasi yang utamanya memasarkan hasil pertanian. Jika pedagang besar tidak memiliki hak atas barang yang diperdagangkannya, mereka harus diklasifikasikan dalam golongan 461. Jika pedagang besar memiliki hak atas barang, bahkan jika bertindak atas nama pihak ketiga, mereka harus diklasifikasikan dalam golongan 462-469. Pedagang besar seringkali secara fisik mengumpulkan, menyortir dan mengelompokkan berdasar kualitas barang dalam jumlah besar, membongkar dari ukuran besar,mengemas ulang menjadi ukuran yang lebih kecil, misalnya produk farmasi; menyimpan, mendinginkan, mengantarkan dan memasang barang, melakukan promosi penjualan untuk pelanggannya dan merancang label. Perdagangan eceran adalah penjualan kembali, baik barang baru maupun bekas, kepada masyarakat umum untuk konsumsi atau penggunaan pribadi maupun rumah tangga, melalui toko, toko serba ada, kios, perusahaan pemesanan via pos, penjual dari pintu ke pintu, pedagang keliling, koperasi konsumsen, rumah pelelangan, dan lainlain. Perdagangan eceran juga mencakup penjualan barang melalui showroom (tempat barang yang dipajang dapat dibeli), titik penjualan sementara (misalnya pop-up store), serta toko ritel otomatis. Pada umumnya pedagang pengecer memperoleh hak atas barangbarang yang dijualnya, tetapi beberapa pedagang pengecer bertindak sebagai agen, dan menjual atas dasar konsinyasi atau komisi. Perdagangan eceran melalui pemesanan via pos atau internet diklasifikasikan berdasarkan jenis barang yang dijual. Perbedaan antara perdagangan besar dan perdagangan eceran tidak didasarkan pada jumlah barang yang dijual, karena perdagangan besar dapat dilakukan secara satuan, sebagaimana perdagangan eceran dapat dilakukan dalam jumlah besar. Namun, perbedaan utama antara perdagangan besar dan perdagangan eceran adalah jenis pelanggan. Perdagangan besar biasanya melayani entitas usaha sebagai pelanggan, sedangkan perdagangan eceran biasanya melayani konsumen individu atau rumah tangga. Jika seorang pedagang menjual kepada entitas usaha dan rumah tangga, dan secara praktis tidak memungkinkan untuk menentukan jenis pelanggan yang dominan, maka disarankan untuk mengklasifikasikan pedagan tersebut sebagai pengecer. Kategori ini juga mencakup: - perdagangan transit, yaitu kegiatan membeli komoditas, memindahkannya dari satu wilayah pabean ke wilayah pabean lain atau dari satu titik ke titik lain dalam wilayan pabean yang sama, lalu menjualnya; perdagangan transit mengacu pada transaksi segitiga dimana pedagang transit melakukan ekspor dan impor antara dua atau lebih negara yang berbeda, tanpa melibatkan wilayah ekonominya sendiri; pedagang transit memiliki hak atas komoditas selama pengangkutan, berbeda dengan intermediator yang hanya mengatur transaksi tanpa memiliki hak atas komoditas - jasa intermediasi khusus dan tidak khusus untuk perdagangan eceran - perdagangan makanan dan/atau minuman melalui mesin penjual otomatis atau titik penjualan otomatis. Kategori ini tidak mencakup: - perdagangan listrik, - perdagangan bahan bakar gas untuk pasokan energi melalui jaringan, - distribusi produk digital, termasuk layanan pengunduhan dan pengaliran media seperti buku elektronik (bukel), audio, dll, lihat kategori J - kegiatan pengecer kartu telepon prabayar dan layanan telekomunikasi, - reparasi mobil dan sepeda motor, lihat golongan pokok 95.

PERDAGANGAN BESAR

Golongan pokok ini mencakup perdagangan besar barang fisik atas nama sendiri atau atas dasar balas jasa atau kontrak (perdagangan komisi) yang terkait dengan perdagangan besar domestik dan internasional (impor/ekspor), termasuk perdagangan besar secara daring. Perdagangan besar atas nama sendiri berarti memiliki hak atas barang yang diperdagangkan hingga hak tersebut dialihkan kepada pembeli barang. Dalam perdagangan transit, barang dipesan oleh pembeli, tetapi agen memiliki hak atas barang selama dalam perjalanan. Namun, keduanya diklasifikasikan dengan cara yang sama (golongan 462-469). Golongan pokok ini mencakup perdagangan besar atas dasar balas jasa atau kontrak (golongan 461), perdagangan besar khusus (golongan 462-467), dan perdagangan besar tidak khusus (golongan 469); subgolongan 4630 merupakan pengecualian karena tidak mencakup perdagangan besar tidak khusus untuk makanan, minuman, dan tembakau. Golongan pokok ini juga mencakup - perdagangan besar mobil dan sepeda motor, serta suku cadang, perlengkapan, dan aksesori terkait; - perdagangan transit. Golongan pokok ini tidak mencakup - perdagangan listrik, ; - perdagangan bahan bakar gas untuk pasokan energi melalui jaringan, ; - penyewaan dan sewa guna usaha barang, lihat golongan pokok 77; - jasa pengemasan barang padat dan pembotolan barang cair atau gas, termasuk pencampuran dan penyaringan untuk pihak ketiga, .

PERDAGANGAN BESAR MAKANAN, MINUMAN, DAN TEMBAKAU

Golongan ini mencakup - perdagangan besar buah-buahan dan sayuran; - perdagangan besar produk susu; - perdagangan besar telur dan produknya; - perdagangan besar minyak yang dapat dimakan serta lemak hewani dan nabati; - perdagangan besar daging dan produknya; - perdagangan besar produk perikanan; - perdagangan besar gula, cokelat, dan permen; - perdagangan besar produk bakeri; - perdagangan besar minuman, kopi, teh, cokelat bubuk, dan bumbu; - perdagangan besar tembakau, produk, dan aksesori rokok, termasuk rokok elektrik (vape), korek api, cangklong, dan alat linting rokok; - pembelian wine dalam jumlah besar dan pembotolan tanpa ada perubahan; - perdagangan besar makanan untuk hewan kesayangan; - perdagangan besar makanan siap saji; - perdagangan besar olahan makanan homogen dan makanan diet; - perdagangan besar suplemen makanan untuk konsumsi manusia; - perdagangan besar serangga yang diolah dan siap dikonsumsi, misalnya jangkrik. Golongan ini tidak mencakup - pencampuran wine atau penyulingan minuman beralkohol, , 1102; - perdagangan besar pakan ternak, ; - perdagangan besar e-liquid untuk rokok elektrik, ; - perdagangan besar tanpa memiliki hak atas barang yang diperdagangkan, .

PERDAGANGAN BESAR BAHAN MAKANAN DAN MINUMAN HASIL PETERNAKAN DAN PERIKANAN

Subgolongan ini mencakup - perdagangan besar produk susu; - perdagangan besar telur dan hasil pengolahan telur; - perdagangan besar minyak dan lemak yang dapat dimakan bersumber dari hewan; - perdagangan daging dan olahan daging; - perdagangan besar produk perikanan.

PERDAGANGAN BESAR DAGING SAPI DAN DAGING SAPI OLAHAN

Kelompok ini mencakup perdagangan besar daging sapi dan daging sapi olahan, termasuk daging sapi yang diawetkan.

Contoh Kegiatan KBLI 46321

Berikut ini adalah daftar bidang usaha yang relevan dengan kode KBLI 46321 tentang PERDAGANGAN BESAR DAGING SAPI DAN DAGING SAPI OLAHAN

Penyediaan Daging Sapi Segar

  • Mengolah dan mendistribusikan daging sapi segar dari peternakan lokal ke pasar dan restoran.
  • Mengelola rantai pasokan daging sapi dari pemotongan hingga pengiriman ke pelanggan.

Produksi Sosis Daging Sapi

  • Mengembangkan resep dan memproduksi sosis daging sapi dengan berbagai varian rasa untuk dijual di supermarket.
  • Melakukan pengemasan dan pemasaran sosis daging sapi olahan untuk meningkatkan penjualan.

Pembuatan Daging Sapi Asap

  • Mengolah daging sapi menjadi produk daging asap dengan teknik pengasapan tradisional.
  • Mendistribusikan daging sapi asap ke toko-toko makanan dan restoran premium.

Pengolahan Daging Sapi Beku

  • Membekukan daging sapi segar untuk menjaga kualitas dan memperpanjang umur simpan sebelum dijual.
  • Mengatur sistem penyimpanan dan distribusi daging sapi beku ke berbagai lokasi.

Penyediaan Daging Sapi Olahan untuk Catering

  • Menyediakan berbagai jenis daging sapi olahan untuk acara catering, seperti steak dan daging panggang.
  • Mengelola pemesanan dan pengiriman daging sapi olahan untuk acara besar.

Pembuatan Daging Sapi Kalengan

  • Mengolah daging sapi menjadi produk kalengan yang siap saji untuk pasar konsumen.
  • Melakukan pengujian kualitas dan distribusi produk kalengan ke supermarket.

Penyediaan Daging Sapi untuk Restoran

  • Menjalin kerjasama dengan restoran untuk menyediakan pasokan daging sapi segar dan olahan secara rutin.
  • Mengatur pengiriman daging sapi sesuai dengan kebutuhan restoran.

Produksi Daging Sapi Bumbu Marinasi

  • Mengembangkan dan memproduksi daging sapi yang telah dibumbui untuk memudahkan konsumen dalam memasak.
  • Mendistribusikan produk daging sapi bumbu marinasi ke toko bahan makanan dan pasar.

Penyediaan Daging Sapi untuk Ekspor

  • Mengatur proses pemotongan dan pengemasan daging sapi untuk memenuhi standar ekspor ke negara lain.
  • Mendapatkan sertifikasi dan izin yang diperlukan untuk ekspor daging sapi.

Pembuatan Daging Sapi Kering

  • Mengolah daging sapi menjadi produk kering yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama.
  • Mendistribusikan daging sapi kering ke pasar lokal dan internasional.
banner oss rba indonesia

Panduan OSS KBLI

Langkah praktis mengurus NIB dan perizinan berusaha di OSS RBA untuk KBLI

Alur Singkat

  1. Masuk OSS RBA → pastikan data pelaku usaha (PT/CV/Perseorangan) lengkap.
  2. Tambah Kegiatan Usaha → pilih KBLI .
  3. Isi Uraian Kegiatan (maks ±250 karakter) dengan pola kata kerja + objek + konteks.
  4. Lengkapi Data Lokasi (alamat usaha) dan, bila diminta, pernyataan kesesuaian ruang/PKKPR.
  5. Unggah Dokumen Umum (lihat daftar di bawah).
  6. Submit → terbit NIB dan/atau Perizinan Berusaha sesuai tingkat risiko.
  7. Jika menu KBLI 2025 belum tersedia, simpan NIB dengan uraian presisi, lalu perbarui saat sinkronisasi aktif.

FAQ KBLI 46321

Berikut ini pertanyaan terkait KBLI 46321 tentang PERDAGANGAN BESAR DAGING SAPI DAN DAGING SAPI OLAHAN

KBLI 46321 adalah kode untuk kategori perdagangan besar daging sapi dan daging sapi olahan, termasuk daging sapi yang diawetkan.
KBLI 46321 digunakan oleh perusahaan yang bergerak dalam perdagangan besar daging sapi dan produk olahan daging sapi, baik dalam bentuk grosir maupun distribusi.
KBLI 46321 tidak boleh digunakan jika usaha Anda tidak berfokus pada perdagangan besar daging sapi atau produk olahan daging sapi, seperti usaha yang bergerak di bidang makanan siap saji atau restoran.
Contoh kegiatan yang termasuk dalam KBLI 46321 adalah perdagangan daging sapi segar, daging sapi beku, daging sapi kalengan, dan produk olahan daging sapi seperti sosis dan bakso.
Risiko salah memilih KBLI termasuk penolakan izin usaha, denda, atau sanksi administratif dari pemerintah, serta kesulitan dalam mendapatkan akses ke fasilitas perbankan dan dukungan lainnya.
Tingkat risiko OSS untuk KBLI 46321 tergolong sedang, tergantung pada kepatuhan terhadap regulasi dan standar keamanan pangan yang berlaku.
Dokumen perizinan yang diperlukan termasuk izin usaha, sertifikat laik hygiene dan sanitasi, serta izin edar untuk produk olahan daging.
Jika usaha Anda tidak cocok dengan KBLI 46321, Anda harus mencari KBLI yang lebih sesuai dengan jenis usaha Anda untuk menghindari masalah hukum dan perizinan di kemudian hari.
Tidak ada batasan spesifik dalam jumlah perdagangan untuk KBLI 46321, namun perusahaan harus mematuhi regulasi terkait keamanan pangan dan kualitas produk.
Untuk mendaftar KBLI 46321, Anda perlu mengisi formulir pendaftaran OSS dan melampirkan dokumen perizinan yang diperlukan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
KONSULTASI GRATIS

Bingung Pilih KBLI 46321
untuk Bisnis Anda?

Tim konsultan Infiniti siap bantu Anda menentukan KBLI yang tepat, mengurus NIB, hingga perizinan berusaha lengkap di OSS RBA. Konsultasi awal 100% gratis!

  • Analisa KBLI sesuai bisnis Anda
  • Pengurusan NIB & Izin Berusaha
  • Pendampingan OSS RBA hingga terbit
  • Tim berpengalaman 10+ tahun

Divisi Legal Infiniti

Divisi legal Infiniti memberikan layanan legalitas mulai dari pendirian badan usaha, hak kekayaan intelektual, perizinan, OSS & NIB, perubahan anggaran dasar serta jasa legalitas lainnya.

Yogi Satrianto
Yogi Satrianto

Partner Legal

Shari S. Warisman
Shari S. Warisman

Partner Legal

Lihat Semua Layanan Legal

Infiniti Blog

Baca Panduan Bisnis di Indonesia

{{blog.tag_name}}
tanya infiniti
tanya infiniti